Tepian Duniaku
27 November 2008
Selamat datang di tepian duniaku...
Dunia yang aku tau, tidak hanya berupa sebuah bola bulat bundar yang dikelilingi oleh atmosfer sebagai pelindungnya. Di dunia ini, banyak terdapat dunia lain-dunia lain yang masing-masing memiliki atmosfernya sendiri-sendiri. Dunia lain dengan pelakon lain. Dunia lain ciptaan manusia di dalam dunia semesta ciptaan-Nya.
Dunia lain dari duniaku, mungkin lain dari duniamu... That's why, blog ini dibuat sebagai tempat sharing, berbagi, tentang duniaku, tentang duniamu. Jangan sungkan untuk meninggalkan jejak, komentar, berbagi, dan menghembuskan atmosfer dari dunia kamu. And be my friend di jagadraya blogOspheres.
'Coz we are live under the same sun...!!!
MooChenk
Kuda Lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Konon, tari Kuda Lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari Kuda Lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda.
Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari Kuda Lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.
Seringkali dalam pertunjukan tari Kuda Lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada jaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.
Di Jawa Timur, seni ini akrab dengan masyarakat di beberapa daerah, seperti Malang, Nganjuk, Tulungagung, dan daerah-daerah lainnya. Tari ini biasanya ditampilkan pada event-event tertentu, seperti menyambut tamu kehormatan, dan sebagai ucapan syukur, atas hajat yang dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.
Dalam pementasanya, tidak diperlukan suatu koreografi khusus, serta perlengkapan peralatan gamelan seperti halnya Karawitan. Gamelan untuk mengiringi tari Kuda Lumping cukup sederhana, hanya terdiri dari Kendang, Kenong, Gong, dan Slompret, yaitu seruling dengan bunyi melengking. Sajak-sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian, biasanya berisikan himbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta.
Selain mengandung unsur hiburan dan religi, kesenian tradisional Kuda Lumping ini seringkali juga mengandung unsur ritual. Karena sebelum pagelaran dimulai, biasanya seorang pawang hujan akan melakukan ritual, untuk mempertahankan cuaca agar tetap cerah mengingat pertunjukan biasanya dilakukan di lapangan terbuka.
Dalam setiap pagelarannya, tari Kuda Lumping ini menghadirkan 4 fragmen tarian yaitu 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begon Putri.
Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya.
Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu hadir para datuk, yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam yang dikenakannya. Para datuk ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih.
Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita bergabung membawakan tari senterewe.
Pada fragmen terakhir, dengan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam orang wanita membawakan tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari Kuda Lumping.
View detail video HERE.
Lanjut Baca Naa...
Tari Hudoq adalah bagian ritual suku Dayak Bahau dan Dayak Modang, yang biasa dilakukan setiap selesai manugal atau menanam padi, pada bulan September – Oktober. Semua gerakannya, konon dipercaya turun dari kahyangan.
Berdasarkan kepercayaan suku Dayak Bahau dan Dayak Modang, Tari Hudoq ini digelar untuk mengenang jasa para leluhur mereka yang berada di alam nirwana. Mereka meyakini di saat musim tanam tiba roh-roh nenek moyang akan selalu berada di sekeliling mereka untuk membimbing dan mengawasi anak cucunya. Leluhur mereka ini berasal dari Asung Luhung atau Ibu Besar yang diturunkan dari langit di kawasan hulu Sungai Mahakam Apo Kayan. Asung Luhung memiliki kemampuan setingkat dewa yang bisa memanggil roh baik maupun roh jahat.
Oleh Asung Luhung, roh-roh yang dijuluki Jeliwan Tok Hudoq itu ditugaskan untuk menemui manusia. Namun karena wujudnya yang menyeramkan mereka diperintahkan untuk mengenakan baju samaran manusia setengah burung. Para Hudoq itu datang membawa kabar kebaikan. Mereka berdialog dengan manusia sambil memberikan berbagai macam benih dan tanaman obat-obatan sesuai pesan yang diberikan oleh Asung Luhung. Dari kisah itulah, nama Hudoq melekat di masyarakat Dayak Bahau dan Modang.
Tarian ini dilakukan erat hubungannya dengan upacara keagamaan, dengan maksud untuk memperoleh kekuatan mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.
Para penari Hudoq ini biasanya berjumlah 13 orang yang melambangkan 13 dewa pelindung dewa Hunyang Tenangan, dewa yang memelihara tanaman padi.
Di sela-sela kerimbunan semak belukar dan pepohonan mereka mulai mengenakan kostum yang terbuat dari daun pisang hingga menutupi mata kaki dan topeng kayu yang menyerupai binatang buas. Daun pisang adalah lambang kesejukan dan kesejahteraan. Sementara itu, warna pada Topeng Hudoq, biasanya didominasi oleh warna merah dan kuning, yang dipercaya sebagai warna kesukaan para dewa. Topeng warna merah ini merupakan gambaran perwujudan dewa Hunyang Tenangan.
Sebelum tarian Hudoq dimulai, terlebih dahulu digelar ritual Napoq. Napoq adalah prosesi sakral yang wajib dilakukan setiap kali hendak menyelenggarakan Hudoq. Ritual ini dipimpin oleh seorang Dayung yakni orang yang memiliki kemampuan supranatural untuk berkomunikasi langsung dengan para Hudoq.
Dengan didampingi dua asistennya, Dayung berkeliling kampung sambil membunyikan mebang atau gong kecil. Yang berfungsi sebagai alat komunikasi penyapaan kepada para roh-roh penjaga desa, bahwa Napoq sedang dilakukan. Selanjutnya, Dayung akan memanggil dan meminta kepada penguasa alam semesta yang memiliki empat sapaan yakni Tasao, Tuhan Pencipta; Tanyie', Tuhan Penjaga; Tawe'a, Tuhan Penuntun dan Tagean, Tuhan Yang Berkuasa; agar penyelenggaraan hudoq dapat berjalan aman dan lancar.
Kemudian, para Hudoq dijamu makan siang oleh sang Dayung, dengan cara menyuapi para penari yang telah dirasuki titisan dewa yang mengenakan topeng Hudoq. Setelah makan siang, Dayung pun melakukan komunikasi dengan para Hudoq, yang disebut dengan Tengaran Hudoq. Komunikasi ini, menggunakan bahasa Dayak yang santun dan halus, yang hanya bisa diterjemahkan oleh sang Dayung.
Dari komunikasi ini, biasanya diketahui kelanjutan hasil bercocok tanam, apakah panennya berhasil atau tidak. Dayung pun meminta, agar para Hudoq melindungi tanaman mereka dari serangan hama.
Kemudian, ritual dilanjutkan dengan kegiatan ugaaitan atau menarik nyawa padi. Dalam ritual ini, para Hudoq berbaris sejajar, yang urutannya disesuaikan dengan kelas sosial para dewa. Para dewa dengan kelas sosial tertinggi berada di barisan terdepan. Sambil membaca mantera, para Hudog menarik nyawa padi sebanyak tujuh kali.
Tari Hudoq biasanya digelar di tengah lapangan atau sawah yang akan ditanami. Dengan ritme cukup tinggi, para penari Hudoq melakukan gerakan Nyidok atau Nyebit yaitu gerakan maju sambil menghentak kaki. Disusul dengan gerakan Ngedok atau Nyigung yaitu menghentak¬kan kaki dengan tumit diiringi gerakan tangan yang mengibas-ngibas layaknya gerakan sayap seekor burung yang sedang terbang. Gerakan ini bermakna untuk mengusir hama penyakit agar tidak menyerang tanaman padi.
Secara umum, gerakan tarian ini mengandung makna memutar ke kiri untuk membuang sial dan memutar ke kanan untuk mengambil kebaikan.
View detail video HERE.
Lanjut Baca Naa...
Cuyyy... MooChenk mo minta tolong nie n bener2 butuh bantuan kawan-kawan blogger... untuk mendukung Gerakan Moral Protes Program Tayangan Televisi Terburuk. (sekarang telah diganti dengan Gerakan Moral "Ingin Tayangan TV Yang Positive")
Di negara Indonesia tercinta ini, kata Televisi identik dengan Hiburan / entertaint. Padahal, sebuah media televisi seharusnya menyandang paling tidak 4 peran dan fungsi, yaitu to inform, to educate, to entertaint, dan to influence bagi pemirsanya. Namun dalam kenyataannya, proporsi content yang disajikan oleh televisi kita, lebih banyak mengarah pada to entertaint atau memberikan hiburan.
Sadar mopun ga, pola berfikir masyarakat kita nee gampang buangeddhh "dikuasai" oleh media televisi. Sementara, para pelakon dunia bisnis pertelevisian kita, menempatkan aspek pendidikan bagi pemirsanya pada urutan priotas yang kesekian.
Saking "kuat"nya pengaruh media televisi dalam menarik massa dan mengantongi jumlah pemirsa melalui program2 tayangan "hiburan"nya, sampai-sampai dunia perpolitikan kita pun turut terpengaruh pola tersebut.
Ga percaya...??? Tengok aja kegiatan Kampanye Partai Peserta Pemilu 2009 ini.
Event yang seharusnya menjadi ajang sharing antara partai / calegnya dengan masyarakat, tentang kesesuaian antara visi-misi yang mereka usung dengan kondisi real yang dibutuhkan rakyat, malah berubah menjadi Panggung Hiburan Rakyat.
Segala macam komponen dan atribut dunia hiburan dari media televisi pun diadopsi, mulai poster segede-gede gajah, kaos gratis buat penonton, beragam stiker yang dipasang di angkot sampai dimasukin dalam souvenier pernikahan, de-el-el, de-es-be... Bahkan seandainya sistem demokrasi kita mengijinkan, bakalan ada polling sms sgala dengan format ketik REGCALEGPARTAINO. URUT dan kirimkan ke......
Apa bedanya coba, sama ajang pemilihan Idola Cilik, Indonesian Idol, dan ajang2 sejenis yang ditayangkan di televisi kita...???
Eit...eit... bentar Moo... Apa hubungan Kampanye Partai Pemilu 2009 dengan Gerakan Moral Protes Program Televisi Terburuk...??? Jangan ngaco deeh klo ngomong...
Jiaaaahhhh... sumpah cuyyy...!!! MooChenk ga ngaco... MooChenk ga bo'ong...!!!
Kampanye Partai tadi cuman salah satu contoh dari salah banyak lainnya, sebagai akibat dari pengaruh program tayangan televisi yang TIDAK MENDIDIK pemirsanya (ingat...Caleg juga pemirsa lhoo..).
Kok TV yang disalahkan Moo...??? Didik mendidik khan urusannya Diknas yang anggarannya gede banget tuuuhh...
Benul sodara-sodara... Benar dan Betul itu...
Tapi, kondisi negara dan bangsa Indonesia saat ini, telah mengakibatkan kesedihan yang bertubi2 di hati rakyat, sehingga masyarakat kita yang lelah-letih-lesu menunggu perbaikan nasib, merasakan "haus" akan hiburan.
Dan media televisi, merupakan media hiburan yang "terjangkau" bagi semua lapisan masyarakat untuk membasuh kesedihan tadi. Namun sayang sungguh sayang, media televisi terlalu banyak memberikan hiburan yang "menghanyutkan" dan membuat masyarakat kita "melupakan" nasib bangsa dan negara Indonesia tercinta ini.
Alhasil kali aljabar ditambah alpukat, masyarakat kita mulai enggan berpusing2 ria memikirkan siapa yang akan memimpin bangsa dan negara kita, mendingan leyeh2 di depan TV, nonton sinetron, acara musik, komedi, reality show yang ga realistis dan segudang "kesenangan sesaat dan sesat" lainnya.
Maka naa, jangan heran klo masih buanyak masyarakat kita yang "bodoh", ga "melek" alias "buta" terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, perekonomian, politik, kesehatan, konservasi, dll, coz anak-anak lebih banyak menatap layar televisi, jarang membuka dan membaca buku2 pengetahuan. Bahkan parahnya lagi, ketika si anak mengalami kesulitan dalam pelajaran sekolahnya dan berusaha bertanya sama mamanya dirumah, yang ada malah... "husshh...ssstttt...diem...!!! Nie bentar lagi Sekar ketemu ma mantannya nie... Udah sna maen di kamar, ato klo ga sni duduk ma mama..."
Dan jangan heran, klo anak2 sekarang udah berani "main fisik" dalam pergaulannya, baik main fisik yang "babak belur" maupun yang "bobol dubur"... Coz liat aja tema2 sinetron kita, pacaran, backstreet, hamil, kawin muda, konflik keluarga... iiiuuuuukkkhhhh... !!!
Udah saatnya nie cuyyy... Kwn2 yang punya ilmu dan wawasan "lebih" di bidangnya masing2 untuk bergandengan tangan, menciptakan SIKONTOL (SItuasi KONdisi TOleransi) yang lebih baik di masyarakat kita, dengan melakukan aksi, benar2 aksi, menolak pembodohan yang berkelanjutan dan mendukung GERAKAN MORAL "Protes Program Televisi Terburuk", demi masa depan keluarga kita nanti.
MooChenk bener2 berharap kwn2 membuka "matahati" dan mulai "melihat" keadaan negeri kita tercinta ini... So, mulailah bergabung di forum ini dan berikan saran, pendapat, opini, dan solusi kwn2...
Love 'n Peace for All...!!!
Re-post from : My Facebook Notes
Lanjut Baca Naa...
Aq hanya ingin mengajak kawan-kawan membayangkan dan merenungkan...
Silakan amati foto di bawah ini...

Bayangkan...
Berapa ribu batang pohon penghasil oksigen yang dilenyapkan...???
Berapa puluh tahun yang diperlukan untuk mengganti pohon penghasil oksigen tersebut...???
Berapa ribu hektar areal hutan yang "terbuka"...???
Berapa ribu kubik kayu yang bisa dimanfaatkan secara legal untuk kepentingan rakyat...???
Dimana sekarang kayu-kayu itu berada...???
Ada yang mau menambah "bayangkan" lagi...??? Silakan berkomentar...
Lanjut Baca Naa...
Ini adalah tanda cinta berupa Award n PR yang tertunda lamaaaaaaa banget... Mpe yang ngasih aja, duCkY, mungkin udah lupa... Heheheeee...
Nie dia nie Award yang dikasihkan duCky buat MooChenk.

Award naaa boleh udah boleh dipajang di Dunia Lainnya MooChenk 'coz PR yang menyertai tanda cinta ini udah selesai digarap.
Isi PRnya begini nie :
1. Buatlah daftar 10 hal dan kebiasaan (buruk) yang tidak disukai, namun apabila merasa terdapat lebih dari 10 hal/kebiasaan buruk yang tidak disukai maka silahkan ditulis semuanya.
2. Sebutkan juga alasan mengapa Anda tidak menyukai hal-hal/kebiasaan-kebiasaan tersebut.
3. Setelah selesai membuat daftar dan penjelasan seperti yang tertera pada poin 1 & 2, maka silahkan men-tag 10 blogger lainnya.
Hmmmm... Tanpa banyak intro n basa-basi lagi, langsung MooChenk jawab aja ya cuyyy... Kebiasaan ato hal yang menurut MooChenk buruk n ga MooChenk sukai adalaaaahhh...jreng..jreng.... :
1. Bohong untuk menutupi kesalahan dan keadaan
Alasannya : Pengecut banget n bisa bikin keadaan tambah kacau.
2. Lempar batu sembunyi tangan, alias berbuat tapi ga berani bertanggung jawab
Alasannya : Sama kaya yang di atas, bisa bikin keadaan tambah kacau n menimbulkan fitnah juga.
3. Lain di depan, lain dibelakang alias dua muka
Alasannya : sama kaya yang nomer 2.
4. Sibuk sendiri ber-hape ria (smsan/telpon2an/email2an) di tengah-tengah jalannya rapat, diskusi, ceramah, ato forum laennya.
Alasannya : 'Ntar pasti ketinggalan informasinya, masa harus ngulang2 jelasin lagi cuman krn ga fokuz aja sie...??? Beda klu krn emank bener2 ga ngerti...
5. Nge-judge tanpa bukti, fakta n data.
Alasannya : Nie sama aja dengan fitnah. Bukankah fitnah lebih kejam daripada fitness..eh, pembunuhan dan perkosaan...???
6. Bilang ga bisa sebelum mencoba
Alasannya : Sama aja underestimate diri sendiri, ga menghargai kemampuan dalam diri sendiri, ga mensyukuri akal yang udah dianugerahkan oleh Allah SWT.
7. Menggunakan barang2 pribadi orang lain seperti sisir, spons bedak, deodorant, sikat gigi, handuk, selimut, sarung bantal, gelas minum n sendok makan yang sedang dipake orang, helm, jaket, topi, n private things lainnya.
Alasannya : mempermudah penularan penyakit yang ga kita ketahui.
8. Ingkar janji tanpa konfirmasi & klarifikasi lebih lanjut plus minta maaf.
Alasannya : Khan dosaaaa tuuuh... Bisa bikin orang kecewa n sakit hati juga.
9. Bersin, meludah dan bersendawa sembarangan di depan orang / di depan umum.
Alasannya : Ga lucu aja tiba-tiba muka kita kena "hujan lokal bercampur lumpur lapindooong" krn ada yang "khilaf". heheheeeee...
10. Iseng ngacak2 nomer hape orang n cumi alias cuma miscall doank
Alasannya : Tanya aja ma diri lu ndiri, emank enak diisengin kaya gitu...??? heheheee...
Naaa, penerima Award n PR berikut naa adalaaaah...eng...ing...eng... :
1. Bejaku
2. Mahen Jambi
3. Zener Lie
4. Vhe-aja
5. Rachma Ainun
6. Lea
7. Jide
8. Kucing Buntet
9. Li'
10. Nindita
Akhir naaa...selesai juga PR naaa...hehehe... Buat kawan2 blogger yang MooChenk pilih sebagai penerima Award berikutnya, jangan merasa terbebani yaaa, nyantai aja, nie tanda cinta dari dunia blogging...
Love n peace for all...!!!
=========================UPDATE============================
Sorry cuyyy... MooChenk lupaaaa... Kata duCky, tag "I DON'T LIKE IT" nya juga harus dicantumkan dalam PR kita-kita... Nie dya nie tag-nya...

So, jangan lupa cantumkan gambar si kuning 'I DON'T LIKE IT" nie yaaaa...
============================================================
Lanjut Baca Naa...